366th Post (Crush)

David Archuleta - Crush

I hung up the phone tonight
Something happened for the first time
Deep inside
It was a rush
What a rush
‘Cause the possibility
That you would ever feel the same way
About me
It’s just too much
Just too much

Why do I keep running from the truth
All I ever think about is you
You got me hypnotized
So mesmerized
And I’ve just got to know

[chorus]
Do you ever think
When you’re all alone
All that we could be
Where this thing could go
Am I crazy or falling in love
Is it real or just another crush
Do you catch a breath
When I look at you
Are you holding back
Like the way I do
‘Cause I’m trying, trying to walk away
But i know this crush ain’t going
Away
Going away

Has it ever crossed your mind
When we’re hanging,
Spending time, girl, are we just friends
Is there more
Is there more
See it’s a chance we’ve gotta take
‘Cause I believe that we can make this
Into something that’ll last
Last forever
Forever

[chorus]

Why do I keep running from the truth
(Why do I keep running)
All I ever think about is you
(All I ever think about)
You got me hypnotized
(Hypnotized)
So mesmerized
(mesmerized)
And I’ve just got to know

[chorus]

Going away
Going away

Download Link Music

SULIT membaca jalinan persahabatan seseorang dengan orang lain. Kelihatannya akrab, ramah, dan familiar. Pada awal perkenalan, sudah tampak tanda-tanda persahabatan itu. Mereka sering berjumpa, saling menghargai, tolong-menolong, bersama-sama dalam suka dan duka, dan saling mencurahkan hati. Jarak yang jauh menjadi dekat, perbedaan yang mencolok menjadi seragam.

---------

Langgengkah persahabatan itu? Selama terjadi saling asah, asih, asuh, persahabatan itu tetap berlangsung. Namun apabila hubungan itu hanya menguntungkan satu pihak, maka ikatan tali persahabatan itu meragukan. Apalagi ikatan yang kelihatan akrab itu berlatar belakang kepentingan terselubung.

Dalam cerita rakyat maupun kisah-kisah Tantri banyak terdapat dongeng mengenai persahabatan. Ada persahabatan yang langgeng, ada persahabatan yang berantakan. Persahabatan yang mudah retak adalah persahabatan palsu. Di antara mereka pasti ada yang berpura-pura, mencari keuntungan pribadi, ingin menjerumuskan atau berkhianat.

Persahabatan yang langgeng kita temukan dalam kisah tolong-menolong antara kura-kura, elang, tikus dan kelinci. Persahabatan yang buyar karena pengkhianatan misalnya terdapat dalam kisah antara pohon randu dengan burung gagak. Nah, mengapa persahabatan yang akrab antara Prabu Singa dan Lembu Nandaka berakhir dengan perkelahian? Penyebabnya adalah karena adu domba Serigala yang merasa dirugikan oleh persahabatan dua kekuatan yang berbeda itu.

Cobalah simak persahabatan macam apakah yang terjadi antara Kera dan Buaya berikut ini.

***

Pada musim buah-buahan, pohon jambu di tepi sungai itu berbuah lebat. Seekor kera setiap hari memanjat pohon itu. Ia tinggal memilih dan memakan jambu yang ranum dan enak. Jambu yang kurang enak dibuangnya ke sungai. Pluk! Pluk! Pluk!

Tiba-tiba seekor buaya menyembul ke permukaan. "Hai, hewan yang suka memanjat!" seru buaya itu. "Perkenalkan, namaku Buaya. Enak benar buah jambu itu. Kalau kau berkenan, jatuhkanlah beberapa biji yang segar dan gurih."

"Maaf, kukira kau sebatang balok," jawab Kera. Ia memetik setangkai jambu lalu menjatuhkannya ke sungai. Buaya itu sangat senang. Berarti perkenalannya diterima dengan tangan terbuka.

"Siapa namamu, kawan yang baik hati?" tanya Buaya.

"Panggil saja aku Kera!" jawab kera itu.

Setelah matahari tenggelam, Buaya kembali pulang. Rumahnya cukup jauh, di seberang sungai. Ia bercerita kepada istrinya bahwa ia punya teman baru. "Namanya si Kera. Kera itu baik budi dan suka memetikkan buah jambu buat kita. Coba kau cicipi, istriku!" kata Buaya Jantan sambil menyerahkan setangkai jambu yang ranum.

"Hmmm, nyam, nyam, nyam!" istrinya makan dengan lahap. "Besok minta yang banyak, suamiku," pinta istrinya.

Demikianlah, persahabatan Buaya Jantan dan Kera itu makin akrab saja. Sang istri makin doyan makan buah jambu. Pikirnya, kalau kera itu setiap hari makan jambu, berarti daging hewan pemanjat itu enak. "Suamiku!" katanya kepada Buaya Jantan. Daging kera itu pasti enak. Mengapa kau tidak membunuhnya, lalu dagingnya kita makan bersama-sama?"

"Huh, jangan berpikir buruk seperti itu, sayangku! Ia sahabat yang baik budi. Ia telah banyak membantu kita memetikkan buah jambu."

Buaya betina itu tidak puas. Bagaimanapun juga ia harus memakan daging kera yang enak itu. "Bagaimana akal?" pikirnya.

Sore hari si Buaya Jantan membawa beberapa tangkai jambu. Ia disuruh Kera yang pemurah itu membawa jambu lebih banyak. "Untuk istrimu," kata Kera. Tetapi setiba di rumah, si suami mendapati istri yang tercinta itu terbaring lemas.

"Apa yang terjadi, istriku?" tanya Buaya Jantan.

"Aku mendadak sakit, suamiku. Kata dukun, aku bisa sembuh kalau makan jantung kera," kata istrinya sambil menggigil.

"Tidak mungkin, istriku! Kera itu adalah sahabatku yang paling baik," jawab suaminya.

"Kalau kamu menginginkan aku cepat mati, tak apalah," kata istrinya dengan napas terputus-putus.

Buaya jantan itu bingung. Ia berusaha melawan pikiran-pikiran yang buruk itu. Semalaman ia tidak bisa tidur memikirkan nasib istri dan sahabatnya.

0 comments: