Bon Jovi - This Ain't A Love Song
(J. Bon Jovi, R. Sambora, D. Child)
I should have seen it coming when the roses died
Should have seen the end of summer in your eyes
I should have listened when you said good night
You really meant good bye
Baby ain't it funny how you never ever learn to fall
You're really on your knees when you think you're standing tall
But only fools are know-it-alls and I've played that fool for you
I cried and cried every night
There were nights that I died for you baby
I tried and I tried to deny it that your love drove me crazy baby
If the love that I got for you is gone
If the river I've cried ain't that long
Then I'm wrong yeah I'm wrong
This ain't a love song
Baby I thought you and me would
Stand the test of time
Like we got away with the perfect crime
But we were just a legend in my mind
I guess that I was blind
Remember those nights dancing at the masquerade
The clowns wore smiles that wouldn't fade
You and I were the renegades some things never change
It made me so mad 'cause I wanted it bad for us baby
And now it's so sad that whatever we had
Ain't worth saving oh oh oh
If the love that I've got for you is gone
If the river I've cried ain't that long
Then I'm wrong yes I'm wrong
This ain't a love song
If the pain that I'm feeling so strong
Is the reason that I'm holding on
Then I'm wrong yeah I'm wrong
This ain't a love song
I cried and I cried every night
There were nights that I died for you baby
I tried and I tried to deny it that
Your love drove me crazy
If the love that I got for you is gone
If the river I cried ain't that long
Then I'm wrong yeah I'm wrong
This ain't a love song
Then I'm wrong yeah I'm wrong
This ain't a love song
oh oh oh no no
Download Link Music
Ayam atau Bebek?
Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: “Kuek ! Kuek !”
“Dengar, itu pasti suara ayam”, kata si istri.
“Bukan, bukan. Itu suara bebek, “kata si suami.
“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.
“Mustahil. Suara yam itu ‘kukuruyuuuuk !’, bebek itu ‘kuek ! kuek !. Itu bebek, sayang “, kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
“Kuek ! kuek !” terdengar lagi.
“Nah, tuh ! Itu suara bebek, “ kata si suami.
“Bukan, sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tanda si istri sembari menghentakkan kaki.
“Dengar ya ! Itu a…da…lah…. Be…bek. B-E-B-E-K. Bebek ! Mengerti ?” si suami berkata dengan gusar.
“Tapi itu ayam”, masih saja si istri bersikeras.
“Itu jelas-jelas bue..bebek, kamu…kamu….” (terdengar lagi suara “Kuek ! Kuek !” sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.)
Si istri sudah hampir menangis, “Tapi itu ayam…. “
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, “Maafkan aku, sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok.”
“Terima kasih, sayang, “ kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
“Kuek ! Kuek !”, terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.
Maksud dari cerita di atas bahwa si suami akhirnya sadar adalah siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau bebek”?
Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin , amat sangat mantap, mutlak bahwa kita itu benar, namun belakangan ternyata kita salah. Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek!





0 comments:
Poskan Komentar