371st Post (Liu Ching Fei De Yi)

Harlem Yu - Liu Ching Fei De Yi

Nan yi wang ji chu ci jian ni
Yi shuang mi ren de yan jing
Zai wo nao hai li
Ni de shen ying
Hui san bu qu

Wo ni de shuang shou gan jue ni de wen rou
Zhen de you dian tou bu guo qi
Ni de tian zhen
Wo xiang zhen xi
Kan dao ni shou wei qu
Wo hui shang xin Oh...

Zhi pa wo zi ji hui ai shang ni
Bu gan rang zi ji kao de tai jin
Pa wo mei shen me neng gou gei ni
Ai ni ye xu yao hen da de yong qi

Zhi pa wo zi ji hui ai shang ni
Ye xu you tian hui qing bu zi jin
Xiang nian zhi rang zi ji ku le zi ji
Ai shang ni shi wo qing fei de yi

Nan yi wang ji chu ci jian ni
Yi shuang mi ren de yan jing
Zai wo nao hai li
Ni de shen ying
Hui san bu qu

Wo ni de shuang shou gan jue ni de wen rou
Zhen de you dian tou bu guo qi
Ni de tian zhen
Wo xiang zhen xi
Kan dao ni shou wei qu
Wo hui shang xin Oh...

Zhi pa wo zi ji hui ai shang ni
Bu gan rang zi ji kao de tai jin
Pa wo mei shen me neng gou gei ni
Ai ni ye xu yao hen da de yong qi

Zhi pa wo zi ji hui ai shang ni
Ye xu you tian hui qing bu zi jin
Xiang nian zhi rang zi ji ku le zi ji
Ai shang ni shi wo qing fei de yi

Shen me yuan yin Ya...
Wo jing ran you hui yu jian ni
Wo zhen de zhen de bu yuan yi
Jiu zhe yang xian ru ai de xian jing Oh...

Zhi pa wo zi ji hui ai shang ni
Bu gan rang zi ji kao de tai jin
Pa wo mei shen me neng gou gei ni
Ai ni ye xu yao hen da de yong qi

#Zhi pa wo zi ji hui ai shang ni
Ye xu you tian hui qing bu zi jin
Xiang nian zhi rang zi ji ku le zi ji
Ai shang ni shi wo qing fei de yi

Ai shang ni shi wo qing fei de yi

Translation:

It's hard to forget the first time I met you
Those mesmerizing pair of eyes
In my mind The thoughts of you
Cannot be erased
When I hold your hand and feel your warmth
It's really too much for me to handle
Your innocence I would like to treasure
When I see you suffering I will feel sad
Oh...

CHORUS:
Just afraid I will fall in love with you
Dare not let myself be too close to you
Afraid I’ve got nothing to offer you
To love you may require a lot of courage too
Just afraid I will fall in love with you
Maybe one day I wouldn't be able to control myself
From falling in love with you
Thinking of you only hurts myself
I just can't help falling in love with you

What’s the reason
That I meet you again
I really really don’t wish to
Fall into the love trap like this
(CHORUS:)

Download Link Music

Bolehkah Saya Mendapat Sedikit Cahaya?

--------------------------------------------------------------------------------

Disebuah rumah mungil dipinggir hutan, tinggal sebatang lilin kecil. Ketika hari menjelang malam pemilik rumah tersebut menyalakan lilin kecil itu. Tiba-tiba datang angin besar menerobos masuk ke jendela rumah itu. Wusshh! Si Lilin Kecil ini merasakan apinya telah padam. “Aduh, aku harus segera mencari cahaya, hari sudah semakin gelap”, kata Lilin Kecil dengan panik.

Si Lilin Kecil lalu keluar dari rumah itu dan berteriak kepada Paman Matahari, “Paman, bolehkah aku meminta sedikit cahayamu?”

“O o! Mana mungkin Nak, jarak kita kan terlalu jauh! Lagipula Paman harus segera pulang, karena malam akan tiba. Daah”, kata Paman Matahari dengan terburu-buru.

Hari sudah beranjak malam, si Lilin Kecil terus berjalan mencari cahaya. Tiba-tiba dia melihat kilatan lampu mobil, dengan terburu-buru dia mengejar cahaya lampu mobil itu. “Tunggu! Tunggu! Lampu mobil, tolonglah aku!”, teriak Lilin Kecil sambil berlari-lari. “Aduh!”, jerit Lilin Kecil, rupanya dia berlari dengan menggebu-gebu sehingga tidak melihat jalan dan menabrak tiang listrik. “Lilin Kecil hati-hatilah kalau berjalan,” kata Paman Tiang Listrik.

“Oh, maafkan saya, sebenarnya saya hanya ingin meminta sedikit cahaya, tetapi tidak ada yang menghiraukan saya,” kata Lilin Kecil tertunduk sedih.

“Sudahlah jangan bersedih hati,” kata Paman Tiang Listrik. “Paman punya teman kecil bernama Lampu Meja. Dia tinggal diseberang jalan itu. Cobalah menemuinya, mungkin dia bisa membantu masalahmu.”

Seketika itu wajah Lilin Kecil berubah gembira, setelah mengucapkan terima kasih kepada Paman Tiang Listrik. Lilin kecil pergi menemui si Lampu Meja.

“Cobalah masukkan sumbumu kedalam saklar itu, saya mendapatkan cahaya juga berasal dari sana”, saran si Lampu Meja. Si Lilin Kecil itu dengan tidak sabar menancapkan sumbunya kedalam saklar tersebut. Tetapi kok tidak terjadi reaksi apa-apa ya. Berulang kali dicobanya, namun tetap tidak berhasil. De-ngan hati kecewa si Lilin Kecil meninggalkan tempat itu.

Si Lilin Kecil pulang dengan menundukkan kepala dan langkah gontai. Dia merasa benar-benar putus asa. Ketika pikirannya sedang berkecamuk sedih, tiba-tiba dia mendengar jeritan mengaduh. Oh, rupanya si Lilin Kecil lagi-lagi menabrak sesuatu. “Aduh! Maafkan saya Korek Api, saya tidak melihatmu karena saya sibuk memikirkan kemana lagi mencari cahaya,” kata Lilin Kecil. “Oh, kamu sedang mencari cahaya?
Cepatlah julurkan sumbumu kesini, aku punya cahaya,” kata si Korek Api. “Waah, benarkah? Baiklah kalau begitu”, kata si Lilin Kecil penuh semangat. “Aduh Korek Api, Engkau baik hati sekali mau membantuku. Maukah engkau menjadi temanku?”

“Aku senang menjadi temanmu, Lilin Kecil. Ttt…tapi aku akan segera mati”, kata Korek Api dengan lemas.

“Tidak, tidak, aku tidak mau begini! Janganlah mati,” kata Lilin Kecil sambil menangis tersedu-sedu.
“Jjj…jangan sedih Lilin Kecil. Meskipun aku sudah tiada, tetapi cahayaku senantiasa berada di tubuhmu.”

Dan akhirnya si Korek Api itu benar-benar telah mati, namun cahaya Lilin Kecil telah menerangi rumah mungil itu sepanjang malam.

Lilin Kecil ini menggambarkan sebuah perjuangan dan ketulusan hati demi penerangan disekelilingnya, sedangkan si Korek api menggambarkan sebuah pengorbanan sampai akhir hayatnya juga demi orang lain. Persahabatan antara Lilin Kecil dan Korek Api walaupun sekejap, namun kerukunan dan ketulusan mereka telah memberikan manfaat yang besar kepada lingkungan sekitar.

0 comments: