Yin Yang – Dunia Gila
Gila la gila dunia ini semakin gila
Gila la gila dunia ini semakin gila
Gila la gila dunia ini semakin gila
Gila la gila
Ketika cinta hilang sakit hati datang
Curhat kepada teman nusuk di belakang
Sibuk mikirin orang duit ikut hilang
Dunia semakin gila pusing nggak karuan
Dunia gila
Dunia semakin gila
Saling sikut sikutan ’tuk mencari makan
Segala omong kosong jadi pembenaran
Akal sehatpun hilang temen jadi korban
Dunia semakin gila nggak ada aturan
Dunia gila
Dunia gila
Bila kita semua tak bisa lagi
Hidup tuk berbagi
Berfikir hanya untuk diri sendiri
Cintapun akan mati
Dunia gila
Coba kita renungkan
Bila cinta menentang hati
Semua ’kan engkau berikan
Dan hilang akal sehatmu
Oh ternyata dia mantan banyak orang
Dan dia tukang morotin orang
Nggak bisakah dia kelihatan baik
Susah benar bila dunia sudah gila
Bila kita semua tak bisa lagi
Hidup tuk berbagi
Berfikir hanya untuk diri sendiri
Cintapun tinggal mati
Dunia gila
Dikala semau sibuk saling menyodok
Lidah menjilat kaki menendang bagai kodok
Saling mnghujat saling membuka borok
Ada yang siap untuk menggorok
Hati-hati bila pakai hati
Nanti malah membuatmu depresi
Frustrasi dengan obsesi
Dan visi yang sudah basi
Emosi obsesi cuma bikin frustasi
Emosi obsesi cuma bikin frustasi
Bila kita semua nggak bisa lagi
Hidup ’tuk berbagi
Berfikir hanya untuk diri sendiri
Cintapun akan mati
Bila kita semua tak bisa lagi
Hidup tuk berbagi
Berfikir hanya untuk diri sendiri
Dunia semakin gila
Gila gila gila
Emosi obsesi cuma bikin frustasi
Emosi obsesi cuma bikin frustasi
Dunia menggila atau kita yang gila
Ini salah siapa
Download Link Music
Dimanakah anda?
Percakapan seekor unta muda dengan induknya.
“Ibu, boleh aku bertanya sesuatu”, sang anak berkata.
“Ya, anakku apakah ada yang mengganggu pikiranmu?”, sang induk menjawab.
“Mengapa kita punya punuk, sementara gajah, rusa tidak?”, sang anak memandang induknya.
“Kita adalah binatang padang gurun, dan punuk ini digunakan untuk menyimpan air. Kita dikenal sebagai hewan yang dapat bertahan tanpa air”, induknya menjelaskan dengan sabar.
“Lalu mengapa kaki kita panjang dan bulat?”, anaknya bertanya lagi.
“Anakku, sudah jelas itu kita gunakan untuk dapat berjalan di padang pasir lebih baik dan lebih cepat dari pada yang lainnya”, induknya berusaha sabar terhadap anaknya.
“OK. Terus mengapa kita punya alis mata yang panjang?”, tanya anaknya lagi.
“Alis ini”, sambil menjilat alis mata anaknya, “kau gunakan untuk melindungi mata dari butiran pasir yang beterbangan di padang gurun”, sang induk mulai kewalahan dengan pertanyaan anaknya. Lalu menjelaskannya sekali lagi.
“Jadi, punuk ini digunakan untuk menyimpan air ketika kita di padang pasir, kaki ini untuk berjalan di atas pasir, dan alis mata ini untuk melindungi mata kita dari butiran pasir….”
“Satu pertanyaan lagi, ibu”, anaknya menyela kata-kata indukknya.
“Ya, anakku!”
“Lalu mengapa kita berada di kebun binatang ini? Apa yang kita lakukan disini? Untuk apa semua yang kita miliki ini, kalau kita tidak berada di padang gurun?”, anaknya menunggu jawaban dari induknya.
Apa yang Anda miliki tidak akan banyak manfaatnya kalau memang Anda tidak membutuhkannya. Keinginan dan kebutuhan seringkali jauh berbeda. Dahulukan kebutuhan Anda. Seringkali kita melewatkan hal-hal yang kita butuhkan, karena kita mengejar hal-hal yang kita inginkan. Segala keahlian, kemampuan, materi, pengalaman yang Anda miliki akan berguna saat Anda memang membutuhkannya di tempat Anda berada sekarang. Apakah yang Anda miliki sekarang sudah tepat dengan tempat Anda berada sekarang?





0 comments:
Poskan Komentar