Gruvi – ABC Cinta
ku lihat dari matamu
kau juga suka sama aku
mengapa kau malu-malu
katakanlah saja i love you
reff:
a a a a aku jatuh cinta
b b b b benar-benar cinta
c c c c cintanya sama kamu
a a a a apa kau juga cinta
b b b b benar-benar cinta aku
c c c c cinta yang beneran cinta
katakanlah saja i love you
repeat reff
a a a aa aa aa aa
bb bb bb bb
cc cc cc cc
cinta
a a a aa aa aa aa
bb bb bb bb
c c c c cinta yang beneran cinta
repeat reff
aa aa
bb bb
cc cc
cinta
Download Link Music
Apa Yang Kau Lihat?
Pada zaman dahulu hiduplah dua orang jendral perang besar, Cyrus dan Cagular. Cyrus adalah raja Persia yang terkenal. Sedangkan Cagular adalah kepala suku yang terus-menerus melakukan perlawanan terhadap sebuah pasukan Cyrus, yang bertekat menguasai Persia.
Pasukan Cagular mampu merobek-robek kekuatan tentara Persia sehingga membuat orang Cyrus karena ambisinya untuk menguasai perbatasan daerah selatan menjadi gagal. Akhirnya, Cyrus mengumpulkan seluruh kekuatan pasukannya, mengepung daerah kekuasaan Cagular dan berhasil menangkap Cagular beserta keluarganya. Mereka lalu dibawa ke ibukota kerajaan Persia untuk diadili dan dijatuhi hukuman.
Pada hari pengadilan, Cagular dan istrinya dibawa ke sebuah ruangan pengadilan. Kepala suku itu berdiri menghadapi singgasana, tempat Cyrus duduk dengan perkasanya. Cyrus tampak terkesan dengan Cagular. Ia tentu telah mendengar banyak tentang kegigihan Cagular.
“Apa yang akan kau lakukan bila aku akan menyelamatkan hidupmu?” tanya sang kaisar.
“Yang Mulia, “jawab Cagular. “Bila Yang Mulia menyelamatkan hidup hamba, hamba akan kembali pulang dan tunduk patuh pada Yang Mulia sepanjang umur hamba.”
“Apa yang akan kau lakukan bila aku menyelamatkan hidup istrimu?” Tanya cyrus lagi.
“Yang Mulia, bila Yang Mulia menyelamatkan hidup istri hamba, hamba bersedia mati untuk Yang Mulia, jawab Cagular.
Cyrus amat terkesan dengan jawaban dari Cagular. Lalu ia membebaskan Cagular dan istrinya. Bahkan ia mengangkat Cagular menjadi gubernur yang memerintah di provinsi sebelah selatan.
Pada perjalanan pulang, Cagular dengan penuh antusias bertanya pada istrinya, “Istriku, tidakkah kau lihat pintu gerbang tadi? Tidakkah kau lihat korodor ruang pengadilan tadi? Tidakkah kau lihat kursi singgasana tadi? Itu semuanya terbuat dari emas murni! Gila!”
Istri Cagular terkejut mendengar pertanyaan suaminya, tetapi ia menyatakan, “Aku benar-benar tidak memperhatikan semua itu”.
“Oh begitu!” Tanya Cagular terheran-heran, “Aneh, lalu apa yang kau lihat tadi?”
Istri Cagular menatap mata suaminya dalam-dalam. Lalu ia berkata, “Aku hanya melihat wajah seorang pria yang mengatakan bahwa ia bersedia mati demi hidupku”.





0 comments:
Poskan Komentar